
TL;DR
Mengirim barang lewat ekspedisi dimulai dari mengemas barang dengan aman, memilih layanan yang sesuai kecepatan dan anggaran, lalu mengisi formulir pengiriman dengan alamat lengkap. Untuk barang pecah belah, bungkus dengan bubble wrap dan tandai paketnya. Cek tarif dan estimasi pengiriman sebelum memilih ekspedisi agar tidak kecewa.
Mengirim barang lewat ekspedisi terdengar sederhana, tapi banyak orang pernah mengalami paket yang tiba dalam kondisi rusak, terlambat, atau bahkan hilang. Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) mencatat bahwa keluhan terkait layanan pengiriman barang termasuk dalam kategori pengaduan konsumen yang rutin diterima setiap tahunnya. Sebagian besar masalah itu sebenarnya bisa dicegah, mulai dari cara mengemas yang benar, memilih ekspedisi yang tepat, hingga memahami aturan barang apa saja yang boleh dan tidak boleh dikirim.
Cara Mengemas Barang Sebelum Dikirim
Pengemasan adalah langkah pertama dan paling kritis dalam proses mengirim barang. Kerusakan selama pengiriman hampir selalu disebabkan oleh kemasan yang tidak memadai, bukan karena ekspedisinya ceroboh.
Pilih Kemasan yang Tepat
Untuk barang keras dan tidak mudah rusak seperti pakaian, buku, atau elektronik dengan casing pelindung, kardus bekas atau plastik tebal sudah cukup. Untuk barang pecah belah seperti keramik, gelas, atau perhiasan, gunakan kardus baru yang lebih kaku dan tambahkan lapisan perlindungan di dalamnya.
Jangan mengemas barang terlalu longgar di dalam kardus. Barang yang bisa bergerak di dalam kemasan lebih rentan pecah saat terhantam atau dijatuhkan. Isi ruang kosong dengan koran, styrofoam, atau bubble wrap hingga barang tidak bergerak sama sekali saat kardus diguncang.
Lapisi dan Segel dengan Baik
Gunakan lakban atau selotip tebal untuk menyegel semua sisi kardus, terutama bagian bawah yang sering dilupakan. Segel berbentuk H di bagian bawah kardus (tiga jalur lakban: dua di sisi, satu di tengah) terbukti lebih kuat dari sekadar satu jalur di tengah. Jika barang Anda berharga atau fragile, pertimbangkan penggunaan kotak berlapis ganda.
Tulis Label dengan Jelas
Tulis atau cetak alamat pengirim dan penerima dengan jelas di bagian luar paket. Pastikan mencantumkan nama lengkap, alamat lengkap termasuk kode pos, dan nomor telepon aktif. Nomor telepon yang bisa dihubungi penting ketika kurir kesulitan menemukan alamat atau penerima sedang tidak di tempat.
Baca juga: Kata-kata Promosi Makanan Frozen Food
Cara Memilih Ekspedisi untuk Mengirim Barang
Tidak semua ekspedisi cocok untuk semua jenis pengiriman. Memilih yang tepat bisa menghemat biaya sekaligus memastikan barang tiba dengan aman dan tepat waktu.
Pertimbangkan jarak pengiriman. Untuk pengiriman dalam kota, layanan kurir on-demand seperti GoSend atau Lalamove lebih cepat dan sering lebih murah. Untuk antar kota atau antar pulau, ekspedisi reguler seperti JNE, J&T, SiCepat, atau Pos Indonesia lebih cocok.
Sesuaikan dengan urgensi waktu. Jika barang harus sampai besok, pilih layanan express atau next day. Jika tidak ada tenggat waktu, layanan reguler dengan tarif lebih murah sudah memadai. Selisih harga antara reguler dan express bisa cukup besar, terutama untuk barang berat.
Periksa cakupan wilayah. Beberapa daerah terpencil hanya bisa dijangkau oleh ekspedisi tertentu, atau tarifnya jauh lebih mahal karena harus melalui beberapa moda transportasi. Selalu cek terlebih dahulu apakah alamat tujuan masuk dalam cakupan standar ekspedisi yang dipilih.
Cek reputasi dan asuransi. Untuk barang bernilai tinggi, pilih ekspedisi yang menawarkan layanan asuransi pengiriman. Berdasarkan ketentuan OJK, klaim asuransi pengiriman hanya bisa diproses jika pengiriman menggunakan layanan yang disertai polis asuransi resmi. Pastikan premi asuransi dibayar dan simpan buktinya.
Prosedur Mengirim Barang di Kantor Ekspedisi
Jika mengirim langsung ke kantor atau agen ekspedisi, ini tahapan yang biasanya dilalui.
- Datang ke kantor atau agen ekspedisi dengan membawa paket yang sudah dikemas dan dilabeli
- Petugas akan menimbang berat dan mengukur dimensi paket. Beberapa ekspedisi menggunakan berat volumetrik yang dihitung dari dimensi fisik jika lebih besar dari berat aktual
- Isi formulir pengiriman dengan data pengirim dan penerima yang lengkap
- Pilih jenis layanan (reguler, express, atau jenis khusus lainnya)
- Bayar ongkos kirim dan minta resi pengiriman sebagai bukti
- Simpan nomor resi untuk melacak status pengiriman
Cara Mengirim Barang Secara Online (Pickup)
Hampir semua ekspedisi besar kini menyediakan layanan penjemputan (pickup) ke lokasi pengirim. Ini memudahkan terutama bagi penjual online yang setiap harinya mengirim banyak paket.
Caranya, unduh aplikasi ekspedisi yang dipilih, buat akun, lalu buat pesanan pengambilan dengan mengisi detail barang, alamat penjemputan, dan tujuan pengiriman. Kurir akan datang ke alamat Anda sesuai jadwal yang dipilih. Untuk menghemat waktu, siapkan semua paket sebelum kurir tiba dan sudah dilabeli dengan benar.
Barang yang Tidak Boleh Dikirim lewat Ekspedisi
Ada kategori barang yang dilarang atau dibatasi dalam pengiriman, baik oleh regulasi pemerintah maupun kebijakan ekspedisi masing-masing.
- Barang berbahaya: bahan peledak, bahan mudah terbakar, zat kimia korosif, dan senjata api tanpa izin khusus
- Narkotika dan zat terlarang
- Hewan hidup tanpa dokumen karantina yang sesuai
- Uang tunai dalam jumlah besar (ada batas maksimum yang berbeda tiap ekspedisi)
- Barang palsu atau melanggar hak kekayaan intelektual
Kementerian Perhubungan mengatur ketentuan pengiriman barang berbahaya melalui berbagai moda transportasi, termasuk angkutan darat yang digunakan ekspedisi. Mengirim barang terlarang bisa mengakibatkan paket disita dan pengirim dikenai sanksi hukum.
Tips Melacak dan Menangani Masalah Pengiriman
Setelah paket dikirim, simpan nomor resi dan pantau status pengiriman secara berkala. Hampir semua ekspedisi besar menyediakan fitur tracking real-time melalui aplikasi atau situs web mereka.
Jika status pengiriman tidak berubah selama lebih dari 2 hari di kota yang sama, atau lebih dari 5 hari untuk pengiriman antar pulau, segera hubungi layanan pelanggan ekspedisi dengan menyebutkan nomor resi. Semakin cepat dilaporkan, semakin mudah ditelusuri.
Untuk paket yang tiba dalam kondisi rusak, foto kondisi kemasan dan isinya sebelum membukanya. Dokumentasi ini diperlukan jika Anda ingin mengajukan klaim asuransi atau komplain ke ekspedisi. Sebagian besar ekspedisi menetapkan batas waktu pengajuan klaim antara 3 hingga 7 hari setelah barang diterima.
Baca juga: Mengenal Kota Pontianak: Profil dan Potensinya
Mengirim barang dengan aman dan tepat waktu bukan soal keberuntungan. Dengan kemasan yang kuat, pilihan ekspedisi yang sesuai kebutuhan, dan pemahaman tentang prosedur pengiriman, sebagian besar masalah yang sering terjadi bisa dihindari sejak awal.